skip to main | skip to sidebar

Wisata dan IT

    • Home
    • Kategori
      • Gadget
        • Handphone
        • Laptop
      • Wisata
    • Downloads
    • AMIKOM

Kamis, 01 Maret 2012

Rindu Alam

Diposting oleh Ruvi Septhiandri di 19.51 Label: Wisata
            Rindu Alam adalah tempat wisata yang terletak di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kalimantan, Indonesia. Diantara Gunung Bajau, Gunung Pelapis dan Gunung Kota. Hanya berjarak 18Km dari Pantai Pasir Panjang dan Palm Beach yang merupakan objek wisata yang sudah sangat terkenal di Kota Singkawang.
Rindu alam berada pada ketinggian sekitar 400m dari permukaan laut, sehingga jika kita berada di puncak, akan terasa hawa dingin dengan pemandangan alam yang sangat mempesona. Dari atas puncak tempat wisata Rindu Alam, akan terlihat hamparan laut, pegunungan kota Singkawang dari kejauhan. Secara kasat mata tempat wisata Rindu Alam, pemandangan seperti ini hampir mirip dengan pemandangan di objek wisata Uluwatu, Bali.

Perjalanan menuju objek wisata Rindu Alam dari Kota Singkawang memakan waktu ± 30 menit dan dapat menggunakan motor atau mobil. Di dalam perjalanan anda juga akan menemui tempat wisata lain seperti sinka island (Pulau Simping), Pantai Pasir Panjang, Palm Beach dan masih banyak lagi.
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Rabu, 29 Februari 2012

Wisata Laut Pulau Karimun Jawa

Diposting oleh Ruvi Septhiandri di 13.29 Label: Wisata

Karimunjawa mungkin tak sepopuler Bali, Lombok, atau Bunaken. Namun, keindahan alam laut kepulauan ini tak kalah luar biasa. Merupakan salah satu dari 9 Taman Laut Nasional di Indonesia, Karimunjawa terdiri atas 27 pulau. Lima pulau dihuni oleh penduduk, sementara sisanya adalah pulau-pulau perawan tak berpenghuni nan jelita. Terdapat 5 jenis ekosistem di kepulauan ini; terumbu karang, rumput laut, hutan bakau, hutan pantai, dan hutan hujan tropis dataran rendah dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.
Keindahan biota lautnya adalah salah satu alasan utama untuk mengunjungi Karimunjawa. Tak kurang dari 69 marga karang keras dan 353 spesies ikan karang hidup di perairan laut tropisnya. Snorkeling menjadi kegiatan favorit. Menikmati warna-warni terumbu karang, atau menyaksikan tarian ikan-ikan badut yang lucu dan menggemaskan akan menjadi pengalaman tak terlupakan.
Bila ingin lebih lama menghabiskan waktu bercengkerama dengan biota laut, diving menjadi pilihan yang tepat. Di dasar laut di sekitar Pulau Kemujan terbaring Kapal Panama Indono yang tenggelam pada tahun 1955 dan sekarang menjadi tempat hidup berbagai spesies ikan, serta merupakan salah satu lokasi favorit wreck diving. Penyu sisik dan penyu hijau yang langka pun kerap terlihat berenang di perairan Karimunjawa.
Spot snorkeling dan diving tersebar hampir di seluruh perairan kepulauan. Menyambangi pulau terdekat menjadi pilihan menarik untuk melihat sisi lain kecantikan Karimunjawa. Kepulauan tropis ini menjanjikan berbagai pengalaman menarik, seperti menyusuri pantai berpasir putih mengelilingi Pulau Cemara Besar, membakar ikan untuk makan siang di Pulau Menjangan Kecil, menjelajah Pulau Cilik dengan gosong berpasir putih lembut di belakangnya, serta kesempatan untuk melihat Elang Laut Dada Putih yang merupakan salah satu satwa langka.
Pulau Menjangan Besar menawarkan kesempatan menguji adrenaline dengan berenang bersama ikan hiu di kolam penangkaran mereka, sementara Pulau Tengah memberikan warna tersendiri dengan resort-resort terapung dilengkapi kolam penangkaran ikan hiu.
Keindahan laut yang masih sangat alami ini salah satunya adalah karena masih banyaknya hutan bakau yang tumbuh di Karimunjawa. Sebanyak total 300 hektar bakau tersebar di seluruh kepulauan. Selain melindungi pantai dari abrasi, hutan bakau juga menghasilkan pelapukan yang menjadi makanan utama plankton serta tempat berkembangbiaknya berbagai hewan laut.
Keunikan budaya masyarakat Karimunjawa menjadi daya tarik tersendiri. Penduduknya merupakan gabungan dari 3 suku berbeda yaitu Jawa, Bugis, dan Madura yang hidup rukun berdampingan. Sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan tinggal di pulau terbesar, Pulau Karimunjawa. Dermaga nelayan menjadi tempat ideal untuk menikmati keindahan langit dan laut saat senja tiba. Pulau ini juga dihiasi oleh deretan perbukitan yang menjadi alternatif trekking atau menanti saat-saat terbitnya sang surya.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi
Pulau Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Tanjung Gelam, Legon Lele, Genting, Kembar, Parang, Cemara dan Krakal. Wisata bahari seperti berlayar, selancar air, ski air, berenang, berjemur di pantai pasir putih, berkemah, wisata budaya, pengamatan rusa dan burung serta menyelam/snorkeling. Paket wisata untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut dapat menghubungi biro perjalanan di Semarang/Jepara (tour satu sampai dengan tujuh hari).
Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Durian dan Lomban pada bulan Januari/Maret di Jepara.
Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Oktober setiap tahunnya.
Cara pencapaian lokasi: Semarang-Jepara menggunakan bis selama 1,5 jam, Jepara (Pelabuhan Kartini) menuju Karimunjawa dengan naik Fery/kapal motor dengan lama perjalanan ± 6 jam, dan hanya ada satu kali dalam seminggu (Senin). Dari Semarang (Bandara Achmad Yani) menuju Pulau Kemujan (Bandar Dewodaru) dengan pesawat udara, sekali dalam seminggu (untuk sementara jalur penerbangan tersebut tidak diaktifkan).
Sumber : www.dephut.go.id & karimunjawa.yogyes.com/id
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Wisata Alam Danau Toba (Sumatra Utara)

Diposting oleh Ruvi Septhiandri di 12.55 Label: Wisata


Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik sebesar 100km x 30km di Sumatra Utara, Sumatra, Indonesia. Di tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Asal-usul
Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2800km3, dengan 800km3 batuan ignimbrit dan 2000km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu.
Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar ribuan saja. Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Akhirnya tibalah kita di Samosir. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pulau, awalnya adalah semenanjung, yang menyatu dengan daratan Sumatera pada bagian lehernya sepanjang 200 m. Di situ Belanda membangun terusan air selebar10 m. Tentu merupakan langkah pragmatis saat itu, namun apakah penduduk setempat bersedia menimbunnya lagi? Memang bagi pengunjung baru melalui jalur Medan-Parapat, danau sebesar itu membuat Samosir tampak bagai pulau megah menakjubkan. Perairannya terbentang luas seakan mengelilingi suatu wilayah dataran tinggi. Lagi pula selama puluhan tahun orang telah menyeberanginya dengan perahu bermotor. Begitu pun, perspektif pulau niscaya memudar dengan meningkatnya pengunjung dataran tinggi Toba, Nias dan tujuan-tujuan lainnya di selatan, melalui rute darat Medan-Berastagi.
Terlepas asal-usulnya, Samosir memang menduduki posisi geografis yang sentral di kawasan dataran tinggi Toba. Letaknya persis di jantung tanah Batak. Dengan lahirnya Kabupaten Toba Samosir (penduduk 302.000 jiwa, luas wilayah termasuk danau 3.440 km²), kelak ia terangkat dari sekedar bayangan. Apa lagi, luasnya melebihi Singapura (647 km²), bahkan danaunya hampir dua kali lebih besar dari negara tetangga itu. Citra Samosir dalam buku-buku pariwisata sebagai tujuan backpackers harus dibuang karena tempat bersejarah ini perlu memulihkan kebesaran masa lalunya.
Anda juga bisa mengunjungi Tuk Tuk untuk mencari penginapan. Sepanjang 42 km dari pangururan ke Tuk Tuk, satu jam dengan mobil. Diperkirakan terdapat 50 penginapan dalam berbagai ukuran dan kelas di Tuk Tuk. Ada beberapa hotel berukuran besar disini. Dari segi positif, pariwisata jelas menunjang bisnis setempat. Sebaliknya, pembangunan fisik praktis mengabaikan prinsip-prinsip bisnis dan tata-kota ketika para pengusaha mengebu-gebu membangun hotel, wisma tamu, dll, bagai sedang “memburu emas”.
Memasuki Tuk Tuk seperti mendatangi Legian atau Sanur Bali pada tahap awalnya. Terdapat sejumlah toko memajang pakaian warna-warni dan benda-benda seni, berikutnya kafe, disko dan tentu sederetan hotel-hotel. Kala malam menjelang, banyak turis bersukacita mengelilingi api unggun sambil memainkan alat musik dan lagu khas Batak.
Sumber : http://indonesia-tourismm.blogspot.com

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

My Profil

Foto saya
Ruvi Septhiandri
Lihat profil lengkapku

STMIK AMIKOM Yogyakarta

Tempat Kuliah Orang Berdasi(klik disini)

Labels

  • amikom (1)
  • Gadget (3)
  • Handphone (1)
  • Laptop (2)
  • Wisata (4)

Blog Archive

  • ▼  2012 (8)
    • ►  03/11 - 03/18 (1)
    • ►  03/04 - 03/11 (4)
    • ▼  02/26 - 03/04 (3)
      • Rindu Alam
      • Wisata Laut Pulau Karimun Jawa
      • Wisata Alam Danau Toba (Sumatra Utara)
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung

Comment

Name :
Web URL :
Message :
by. oggix.com
 open smileys 
 close smileys 
:) :( ;) :p :lurk
:D :x :"> :-$ :killself
:(( #-o >:D< :-* :gun
:)) =)) :hityou
\:D/ X-( :cheer I-) :oops
:angry :drink :jump >:) :horse
:nono :kiss :thumb :no :rock
:wavey :worry :headache :runaway :sorry
:surprise :sos :bomb :blah :hit
:yuhuu :banana :jumpdie :together :2gun

Pengikut

 

My Web Blog
Bloggerized by Ruvi Septhiandri